"Para pelaku sering menggunakan direct messenger. Karena itu, kita terapkan strategi pencegahan dengan meningkatkan patroli cyber," kata Kombes Pol Leonardus, di kantornya, Selasa (18/7/2023)
Diakuinya aksi tawuran saat ini cenderung meningkat. Karena itu orang tua diimbau membantu menjaga anaknya masing-masing agar tidak terlibat dalam tawuran.
"Para orang tua mempunyai tanggungjawab untuk menjaga anak-anaknya. Karena dalam beberapa hari terakhir banyak tawuran menggunakan senjata tajam dan pelakunya anak di bawah umur atau baru selesai sekolah," bebernya.
Pihaknya memastikan bahwa para pelaku tawuran atau tindak kejahatan lainnya akan diproses hukum secara profesional dan terukur. Ini untuk memberikan efek jera bagi pelaku dan lainnya.
Dia juga mengimbau, anak-anak yang masih sekolah agar menghindari ajakan untuk tawuran dan kekerasan terhadap orang lain. Baik dalam bentuk pengeroyokan, penganiayaan atau lainnya.