Stabat, detikNewstv.com-Salah satu aktifis anti korupsi Darwin SH, mengatakan akan berkirim surat ke APH dalam hal ini kejari dan mendesak memeriksa sekda Pemkab Langkat, H. Amril, S.Sos, M.AP dan Rina Wahyuni Marpaung, S.STP, M.AP selaku istrinya kini menjabat Kepala BAPPEDALITBANG disinyalir memiliki rekening gendut dan memiliki harta yang tak wajar.
Ditempat terpisah Pengacara (PA) di Stabat, Safril SH meminta kepada komisi antirasuah untuk segera mengusut kepemilikan tanah milik pasangan suami-istri (Pasutri) H. Amril, S.Sos, M.AP dan Rina Wahyuni Marpaung, S.STP, M.AP
yang tersebar dibeberapa daerah di Indonesia.
"Mantan Anggota DPRD Langkat ini KPK harus mengusut mengenai perolehan tanah. Sebab mayoritas kekayaannya berasal dari tanah dan memiliki rekening gendut,” kata Safril SH saat dimintai tanggapan mengenai Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pasutri di ASN Pemkab Langkat menduga, mengapa setiap mendapat kepemilikan asset tanah dan rekening gendut begitu tak wajar dalam empat tahun menjabat Sekda dan BAPPEDALITBANG.
“Apakah murni dia peroleh karena membeli dengan gaji sendiri atau hadiah dari orang lain?.
Jika dibeli dengan gaji, berapa gajinya?” tanyanya.
Sekda dan BAPPEDALITBANG
Ia melanjutkan, setelah diketahui hasil kekayannya, KPK akan melakukan klarifikasi apakah peroleh tanah tersebut berasal dari gratifikasi atau tidak.
“Jika dia seorang ASN karier maka jumlah tanah yang banyak itu, tidak wajar,” pungkas Safril.
Berdasarkan informasi dalam LHKPN Amril dan Rina Wahyuni yang bersangkutan membeli belasan tanah dari hasil sendiri di sejumlah daerah.
Sebut saja misalnya, di Kota Solo dan lainya.
Jika ditotal nilai keseluruhan tanah kepemilikan pasangan suami istri (pasutri) ASN di Pemkab Langkat mencapai miliaran rupiah lebih.
Kini nama Amril dan istrinya,Rina Wahyuni mencuat ke publik, karena kepemilikan asset dan rekening gendut.
Ada pun penjabaran total harta kekayaan aset disinyalir hasil gratipikasi oleh Sekda Langkat yang dilaporkan di LHKPN priode 2024 yakni:
Lihat juga
Bongkar Makam Pandu Siregar Yang Diduga Dianiya Oknum Polisi, Tim Khusus Dibentuk Polres Asahan
Heboh ! Tim Paslon 02 Agi-Saja di Grebek Kepolisian Saat Mau Membagikan Uang Suap ke Masyarakat
Tanah dan bangunan Rp5.019.110.000 yang terdiri dari:
– Tanah dan bangunan seluas 1054 m2/340 m2 di Kota Medan, hasil sendiri Rp2.119.110.000.
– Tanah dan bangunan seluas 788 m2/735 m2 di Kabupaten Asahan, hibah dengan akta Rp700.000.000.
– Tanah seluas 877 m2 di Kabupaten Langkat, hasil sendiri Rp100.000.000
– Tanah dan bangunan seluas 128 m2/120 m2 di Kota Tangerang Selatan, hasil sendiri Rp2.100.000.000.
Sementara itu, untuk harta berupa alat transportasi dan mesin sejumlah Rp349.000.000, di antaranya:
– Motor, Yamaha Solo Tahun 2012, hasil sendiri Rp4.000.000.
– Motor, Honda Solo Tahun 2015, hasil sendiri Rp5.000.000.
– Mobil, Honda CRV Tahun 2019, hasil sendiri Rp340.000.000.
Kemudian untuk harta bergerak lainnya yang dimiliki kedua pejabat utama Pemkab Langkat itu sejumlah Rp264.400.00 dan surat berharga Rp0.
Sementara kas dan setara kas Rp1.780.531.027, dan harta lainnya Rp2.690.000.000, serta tidak memiliki hutang Rp 0.
Ketika dikonfirmasi berulangkali lewat aplikasi whatsapp nya, aktif dan berdering Amril tidak merespon hingga berita ini tayang belum terkonfirmasi.
Penulis : Joko. P