Minggu 16 Mar 2025

Notification

×
Minggu, 16 Mar 2025

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Serap Aspirasi Ono Surono Gelar Reses

Maret 12, 2025 | Maret 12, 2025 WIB Last Updated 2025-03-11T23:43:06Z

Indramayu, DetikNewstv.com-
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari dapil Jabar XII (Kabupaten Indramayu,kab/kota Cirebon,) dari fraksi patai demokrasi Indonesia perjuangan (PDI-P) Ono Surono melakukan kunjungan kerja dalam rangka reses .
Kegiatan reses untuk masa sidang II Tahun 2024/2025 ini di gelar di aula balai desa jangga kecamatan Losarang Selasa 11/03/24.
Dalam kegiatan kunjungan reses tersebut Ono iSurono di dampingi oleh wakil ketua DPRD kabupaten Indramayu H Sirojudin,ketua fraksi PDI-P DPRD kabupaten Indramayu Edi Fauzi,anggota legislatif Anggi Noviah serta Sutaryono hadir pula kepala desa Jangga Nedi Prasetyo,kader partai,simpatisan partai dan masyarakat 
Selain bersilaturahmi serta menjalin komunikasi reses ini bertujuan untuk menyerap permasalahan yang ada di tengah tengah masyarakat
Dalam agenda reses dengan masyarakat terungkap berbagai macam usulan yakni perbaikan infrastruktur,perbaikan sekolah 
Ono Surono menjelaskan bahwa perbaikan serta usulan ruang kelas baru harus segera di usulkan melalui aplikasi Sistem Informasi pemerintah daerah provinsi Jawa Barat yang akan di buka pada 8-9 April mendatang.
"Usulan melalui SPID ini langsung terhubung website provinsi Jawa Barat adapun sistem bantuan keuangannya tidak melalui mekanisme hibah melainkan melalui kontraktual artinya kepala sekolah hanya menerima manfaat dari pekerjaan tersebut,"terang Ono
Sementara itu warga desa Jumleng Waskim mengusulkan perbaikan bendungan yang bocor di wilayah Jumleng serta dugaan pencemaran pabrik yang ada di desa Jumleng kecamatan Losarang 
Mendengar hal itu politisi PDI-P langsung merespon dugaan pencemaran limbah dari pabrik tersebut kang Ono (sapaan akrab Ono Surono) merespon laporan tersebut ia meminta data yang valid terhadap dugaan pencemaran limbah tersebut,"misal kualitas airnya sudah tidak bersih,tanaman padi tidak tumbuh dengan baik,serta Empang ikan yang tidak maksimal.
"Kalau memang ada dampak tersebut perlu di cek sumber pencemarannya ada di mana dan pabrik tersebut mempunyai kewajiban pengolahan limbah atau IPAL sehingga limbah yang di keluarkan tidak mengandung zat zat yang berbahaya,"terangnya.


Penulis: Nuryasin
×
Berita Terbaru Update